Posts

Showing posts with the label Cerita

Senandung Kata

Senja Diperaduan terukir indah bersemi dalam dada,, begitu mempesona hingga jiwa ikut terlena.. aku bukan pujangga ataupun penyair cinta,, tapi ku punya segenap rasa lebih indah dari kata-kata mesra.. ku torehkan tu pada panjangnya nyawa,, ku pertaruhkan semua pada kuatnya raga.. ku janjikan pada tiap nafas yang bersela,, ku perjuangkan demi masa depan yang sempurna.. semua kan ku lukis bahagia,, semua kan ku buat terkesima.. karena ku ada untuk dirinya,, karena ku adalah pasangannya.. karena aku kan jadi sang legenda,, bersama dirinya selamanya.. satu dalam cinta,, satu cerita.. satu dalam kisah,, satu rasa.. tak kan lekang meski termakan masa,, karena semua ini bagian dari anugerah terindah... Pantulan Cahaya yang Mempesonamu Sang hamba, yang dulu cintanya sangat dunia dambakan, kini malah ditalaknya, gerangan apa salahnya? Itu karena dia memakai baju pinjaman, dan lalu bersikap seolah memilikinya. Kami mengambilnya kemba...

Kampus Unpad Jatinangor

To Be Recognized as World Class University itulah slogan yang digaungkan oleh Universitas Padjadjaran. Kampus Unpad Jatinangor merupakan kawasan yang ideal terletak di kaki Gunung Manglayang dekat dengan kawasan Bumi Perkemahan Kiara Payung menjadi daya tarik tersendiri. Kampus Unpad Jatinangor mempunyai ciri khas tersendiri, monogaf tipe perbukitan menepati wilayah Kampus Unpad tersebut. Justru saja ini sangat menguntungkan tersendiri, tapi setelah ditelusuri lebih lanjut lagi ternyata Unpad belum siap dengan lahan tersebut, bagaimana tidak banyak hal yang harus segera dibenahi. Beberapa aspek yang menjadi prioritas utama pembenahan pihak Rektor Unpad yaitu berupa sistem keamanan, sistem kebersihan kampus dan sosial-kriminalitas. Sebagai salah satu kampus ternama di Negara Indonesia tentu saja Unpad menjadikan kampus percontohan disamping dengan minat para Alumni SMU/SMK yang cukup tinggi di berbagai fakultas ternama. Sistem keamanan Kampus Unpad Jatinangor dinilai cukup mengkhawatir...

Malam, Bansus dan Landak

Tarikan medan magnet yang sangat kuat mengenaiku saat akan berbelok pulang menuju kost’an. Aku seperti terkena hipnotis yang mengarahkanku tepat menuju kedai bansus di seberang jalan samping trotoar dekat air mancur. Setelah beberapa saat tanpa kesadaran, aku sudah berada di depan kedai itu kemudian duduk manis pada bangku kayu yang telah tersedia. “kang…bansusnya satu..” kataku pelan. Kuambil piring plastik warna merah jambu kemudian kusiram dengan sambal oncom encer. Diatas sebuah meja tersaji banyak aneka makanan diantaranya : bakwan, goreng tempe mendoan dan lontong (red: leupeut). Kuambil sebuah bakwan kemudian kusiram dengan sambal oncom yang viscositasnya sangat kecil sedikit pedas. Amboi mantap benar, sambil makan, diiringi petikan gitar dan nyanyian seniman jalanan yang rambutnya mowhak gaya punk mirip landak menyanyikan beberapa lagunya Bang Iwan yang berjudul “negeriku” dan “satu-satu”. Suasana saat itu seperti berada di sebuah kafe pingiran jalan di kota Milan, Italia. ...

Ternyata Bukan Puncakmu Yang Kami Tuju

Hari itu dimulailah langkah kami. Menapakkan satu-persatu jejak kaki, menemui deretan ladang hingga masuk dalam lebatnya hutan. Kadang harus terengah, kala hitungan nafas yang melibihi jumlah langkah. “Kami masih kuat!”, setiap benak kami berkata. Karena perjalanan masih jauh untuk mencapai puncakmu, Mahameru. Tak terhitung berapa kali kami beristirahat, hanya untuk sekedar mereguk segarnya air yang membasahi dahaga. Atau menaruh sejenak ransel jangkung kami, mempersilahkan pundak-pundak kami menikmati pijatan alami sang bayu yang bertiup lepas. Sedang sebagian dari kami menandai lekukan garis-garis topografi dengan titik-titik dan garis jalan yang telah kami lalui, memastikan jalan mana lagi yang akan kami tempuh. Persiapan kami matang, tapi tiap detik kami harus tetap memastikan bahwa perjalanan ini tidak berubah menjadi bencana karena kealpaan. Semakin terjal, nafaspun semakin memburu. Tetap, niat tidak pernah berubah apalagi menjelma putus asa. Jika salah satu dari kami menge...